Pengertian Switch Managable dan Perbedaan Konfigurasi Switch Core,Distributon,Access
21.28
Swich Managable
A. Pengetian Switch
Switch
adalah komponen jaringan yang di gunakan untuk menghubungkan beberapa HUB untuk
membentuk jaringan yang lebih besar atau menghubungkan komputery ang mempunyai
kebutuhan bandwidth yang besar. Switch memberikan unjuk kerja yang jauh lebih
baik dari pada HUB dengan harga yang sama atau sedikit lebih mahal.
B. Manageable Switch
Switch manageable adalah
switch dengan harga tinggi yang dapat dikonfigurasi karena memiliki sistem
operasi didalamnya. Pioneer untuk Switch manageable adalah device dengan merk
'Cisco'. selain Cisco, kebanyakan hanya sebuah Switch murah yang tidak dapat
dikonfigurasi (Unmanageable) dan sistem pakainya : tinggal colok.
Switchmanageable dibuat untuk meningkatkan keamanan pada sebuah jaringan lokal
dan biasadipakai pada perusahaan-perusahaan elite. karena cara kerjanya, switch
manageable dapatjuga dikelompokkan menjadi device yang bekerja pada layer 3 OSI
Model Paket data semakin sedikit karena kapasitas buffer memory yg bisa
menampung paket menjadi lebih banyak sehingga lalu lintas komunikasi data
semakin lancar. Akibatnya switch semakin cepat dalam melakukan processing paket
data.
C. Fungsi Manageable Switch
Fungsi Manageable Swicth
menggabungkan beberapa segmen atau kelompok LAN. Switch bekerja di layer 2 pada
model referensi OSI. Device ini memilikikemampuan lebih dibanding dengan
repeater atau hub. Tidak hanya menghubungkan antar jaringan LAN tetapi
juga mampu mengatasi masalahCollision yang di hadapi oleh device hub atau repeater. Serta mampu membuatVLAN.
Perbedaan Konfigurasi
Switch Core,Distributon,Access
1.Core Layer
Core layer adalah tulang
punggung (backbone) dari jaringan. Lapisan ini biasanya di gunakan untuk
menghubungkan jaringan ke internet. Core layer bertanggung jawab atas lalu
lintas dalam jaringan. Dalam lapisan ini data – data diteruskan secepatnya
dengan menggunakan motode dan protokol jaringan tercepat (high speed). Misalnya
fast ethetnet 100Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada lalu lintas data
digunakan swicth karena penyampaiannya pasti dan cepat. Dalam lapisan ini tidak
diperbolehkan melakukan penyaringan atau filter paket data karena dapat
memperlambat transmisi data dan tidak mendukung wordgroup. Untuk toleransi
kesalahan digunakan peralatan jalur ganda. Oleh sebab itu swicth
dikonfigurasikan dengan menggunakan Spanning Tree Topology dimana dapat
diciptakan jalur ganda tanpa harus memiliki resiko terjadi lingkaran
jaringan.
2. Distributon Layer
Distribution layer
disebut juga layer workgroup yang menerapkan titik kumunikasi antara access
layer dan core layer. Fungsi utama distribution layer adalah menyediakan
routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik unutk menangani permintaan
layanan dalam jaringan. Setelah distribution layer mentukan lintasan terbaik
maka kemudian permintaan diteruskan ke core layer. Core layer dengan cepat
meneruskan permintaan itu ke layanan yang benar. Distribution layer diterapkan
kepada setiap fakultas yang memiliki beberapa jurusan untuk menghubungkan
beberapa jurusan-jurusan yang ada kedalam satu workgroup. Dalam lapisan ini
diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang dipakai dalam
perusahan atau universitas, dimana jaringan dibagi pada setiap workgroup.
Penyaringan atau filter data dalam lapisan ini akan dilakukan untuk pembatasan
berdasarkan collison domain, pembatasan dari broadcast dan untuk keamanan
jaringan. Pada Layer distibusi VLAN juga dibuat untuk menciptakan segmen -
segmen logika. Layer ini mendefinisikan daerah dimana manipulasi paket data
(packet manipulation) dapat dilakukan. Fungsi Distribution Layer antara lain
adalah: Address atau Area Jaringan LAN Akses ke Workgroup ata Departemen
Mendefinisikan Broadcast/multicast domain Routing dari Virtual LAN (VLAN) Titik
temu beberapa media berbeda yang digunakan didalam jaringan Keamanan data dan
jaringan (Security) Titik dimana Akses secara Remote ke Jaringan dapat
dilakukan Dalam ruang lingkup kecil, distribution layer biasanya digabung jadi
satu dengan core layer.
3. Access Layer
Access layer disebut juga
sebagai layer desktop. Access Layer mengendalikan akses pengguna dengan
workgroup ke sumber daya internetwork. Desain access layer diperlukan untuk
menyediakan fasilitas akses ke jaringan. Fungsi utamanya adalah menjadi sarana
bagi suatu titik yang ingin berhubungan dengan jaringan luar. Terjadi juga Penyaringan
/ filter data oleh router yang lebih spesifik dilakukan unutk mencegah akses ke
seuatu komputer. Jarak. Setiap kali sebuah paket melalui router disebut sebagai
sebuah hop. RIPv2 mengirimkan semua routing tabel ke router-router tetangganya
yang terhubung secara langsung berkomunikasi maka pada tiap router tersebut
perlu diterapkan konfigurasi protokol routing sehingga paket yang dikirimkan
oleh setiap router sampai ke tujuan. Pada layer ini menyediakan akses jaringan
untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork.
Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh user
akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter,
tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi
sepertiEthernet switching tampak pada layer ini serta menjadi tempat
dilakukannya routing statis.